BAGIAN-BAGIAN

Blockchain - Tulang Punggung dari Mata Uang Digital

Apa itu Blockchain?

Blockchain secara harfiah adalah rantai blok, tetapi tidak dalam arti yang demikian. Ketika kita mengucapkan kata "blok" dan "rantai" dalam konteks ini, kita sebenarnya berbicara tentang informasi digital ("blok") yang disimpan dalam database publik ("rantai").

"Blok" pada blockchain terdiri dari informasi digital. Secara khusus, mereka memiliki tiga bagian:

  1. Blok-blok tersebut menyimpan sebuah transaksi informasi seperti: tanggal, waktu, jumlah dana dari transaksi terakhir anda, dan transfer dana ke orang lain, dll.
  2. Blok menyimpan informasi tentang siapa yang terlibat dalam transaksi. Sebuah blok untuk transaksi akan mencatat nama anda bersama dengan siapa anda mengirimnya. Alih-alih menggunakan nama anda yang sebenarnya, pembelian anda dicatat tanpa informasi pengenal menggunakan semacam “tanda tangan digital” yang unik seperti nama pengguna/ Username.
  3. Blok menyimpan informasi yang berbeda dari blok lain. Sama seperti anda dan saya memiliki nama untuk membedakannya satu sama lain, setiap blok menyimpan kode unik yang disebut "hash" yang memungkinkan kita membedakannya dari setiap blok lainnya. Katakanlah anda mengirim dana ke teman anda sejumlah $ 100, dan satu jam kemudian, anda mengirim lagi sebanyak $ 100. Meskipun detail transaksi baru anda akan terlihat hampir sama dengan pembelian anda sebelumnya, kita masih bisa membedakan karena transaksi tersebut memilik kode unik tersendiri.

Sementara blok dalam contoh di atas digunakan untuk menyimpan suatu transfer, kenyataannya ada sedikit yang berbeda. Satu blok pada blockchain sebenarnya dapat menyimpan hingga 1 MB data. Tergantung pada ukuran transaksi, artinya bahwa satu blok dapat menampung beberapa ribu transaksi di bawah satu atap yang sama.

Bagimana Cara Kerja Blockchain ?

Ketika sebuah blok menyimpan sebuah data baru dan ditambahkan ke dalam blockchain. maka beberapa blok baru tersebut akan dirangkai bersama dan ditambahkan ke blockchain, bagaimanapun, ada empat hal yang harus terjadi, yaitu:

  1. Sebuah transaksi haruslah terjadi. Mari kita mengambil contoh dengan sebuah transaksi pengiriman sejumlah uang ke teman anda. Setelah mengirim sejumlah uang, anda memutuskan untuk mengirim lebih banyak lagi.
  2. Transaksi itu harus diverifikasi setelah melakukan pengiriman. Dengan catatan-catatan informasi lainnya, seperti komisi pada Exchange/ Bursa, Wikipedia, atau jaringan lokal anda. Pekerjaan itu diserahkan ke dalam jaringan komputer dengan cara memeriksa entri data baru, setidaknya ada ribuan data (atau dalam kasus Bitcoin, jutaan) komputer yang tersebar di seluruh dunia. Ketika anda mengirim sebuah transaksi, maka jaringan komputer bergegas untuk memeriksa bahwa transaksi sesuai dengan perintah anda. Artinya, jaringan tersebut mengkonfirmasi detail transaksi, termasuk waktu transaksi, jumlah dana, dan pelaku transaksi.
  3. Transaksi itu nantinya akan disimpan dalam satu blok. Setelah transaksi anda berjalan sukses dan terverifikasi, maka tanda tangan digital anda, dan tanda tangan digital teman anda semuanya akan disimpan dalam satu blok bersama catatan transaksi lainnya yang berjumlah hingga ratusan bahkan ribuan.
  4. Dalam blok tersebut terdapat hash. Tidak bisa berjalan dengan sendiri, satu dari semua transaksi yang terdapat pada blok harus terverifikasi, dan harus mempunyai kode unik, kode yang dapat diidentifikasi yang dinamakan hash. Hash dari blok terbaru nantinya akan ditambahkan ke dalam blockchain.

Ketika blok baru itu ditambahkan ke dalam blockchain, maka sifatnya menjadi publik dan bisa diketahui siapa saja. Maka jika anda melihat blockchain pada Bitcoin, anda akan memiliki akses ke data transaksi yang memiliki informasi diantaranya, kapan ("Waktu"), dimana ("Tinggi"), dan dari siapa ("User").

Apakah Blockchain Aman ?

Teknologi Blockchain memang untuk keamanan dan kepercayaan dalam beberapa kasus. Pertama, blok baru selalu disimpan secara linear dan kronologis. Artinya, blok tersebut selalu ditambahkan di "akhir" dari serangkaian sistem blockchain. Jika anda melihat blockchain Bitcoin, anda akan melihat bahwa setiap blok memiliki posisi pada rantai, yang disebut "tinggi." Pada tanggal 31 Agustus 2019, tinggi blok telah mencapai 592.517.

Setelah blok ditambahkan ke blockchain, sangat sulit untuk mengubah isi blok tersebut, karena setiap blok mempunyai kode hashnya masing-masing, bersama dengan hash blok sebelumnya. Kode hash dibuat dengan fungsi matematika yang mengubah informasi digital menjadi serangkaian angka dan huruf. Jika informasi itu diedit dengan cara apa pun, maka kode hash juga bisa berubah.

Inilah mengapa sangat penting untuk menjaga keamanan. Katakanlah jika seorang peretas mencoba mengedit transaksi anda dengan teman anda sehingga anda benar-benar harus membayar lebih. Segera setelah mereka mengedit jumlah dana dari transaksi anda, maka kode hash blok juga akan berubah. meskipun blok berikutnya masih mempunyai kode hash yang lama, maka peretas bisa memperbarui blok itu untuk menutupi jejak mereka, dan pada akhirnya kode hash itu akan berubah. Hal ini bisa dilakukan terus menerus.

Untuk mengubah satu blok, maka, seorang hacker perlu mengubah setiap blok dan seterusnya pada blockchain. Mengubah ulang semua hash tersebut akan membutuhkan daya komputasi yang sangat besar dan tidak mungkin. Dengan kata lain, begitu sebuah blok ditambahkan ke blockchain, menjadi sangat sulit untuk diedit dan tidak mungkin untuk dihapus.

Untuk mengatasi masalah kepercayaan tersebut, jaringan blockchain telah mengimplementasikan tes untuk komputer yang ingin bergabung dan menambahkan blok ke rantai. Tes itu sendiri disebut "model konsensus," mengharuskan pengguna untuk "membuktikan" diri mereka sendiri sebelum mereka dapat berpartisipasi dalam jaringan blockchain. Salah satu contoh paling umum yang digunakan oleh Bitcoin disebut "bukti kerja."

Dalam sistem Proof of work, komputer harus “membuktikan” bahwa mereka telah melakukan “pekerjaan” dengan memecahkan masalah matematika komputasi yang kompleks. Jika komputer memecahkan salah satu masalah ini, mereka memenuhi syarat untuk menambahkan blok ke blockchain. Tetapi proses menambahkan blok ke blockchain, apa yang dunia cryptocurrency sebut "penambangan," tidak mudah. Bahkan, menurut situs berita blockchain BlockExplorer, peluang untuk memecahkan salah satu masalah ini di jaringan Bitcoin adalah sekitar 1 banding 5,8 triliun pada Februari 2019. Untuk menyelesaikan masalah matematika yang rumit pada rintangan itu, komputer harus menjalankan program yang harganya signifikan jumlah tenaga dan energi (baca: money).

Proof of work (Bukti kerja) tidak membuat serangan yang dilakukan peretas menjadi mustahil, melainkan tidak berguna. Jika seorang hacker ingin memusatkan serangan terhadap blockchain, mereka perlu menyelesaikan masalah matematika komputasional yang sangat rumit 1 banding 5,8 triliun dan memiliki peluang yang kecil. Biaya yang dibutuhkan pun sangatlah besar untuk serangan semacam itu, jadi hampir tidak mungkin.

Blockchain vs. Bitcoin

Tujuan dari blockchain adalah untuk memungkinkan informasi digital direkam dan didistribusikan, tetapi tidak diedit. Konsep itu bisa jadi sulit untuk dipahami tanpa melihat teknologi yang sedang berjalan, jadi mari kita lihat bagaimana aplikasi awal dari teknologi blockchain bekerja.

Teknologi Blockchain pertama kali digariskan pada tahun 1991 oleh Stuart Haber dan W. Scott Stornetta, dua peneliti yang ingin menerapkan sistem di mana cap waktu dokumen tidak dapat dirusak. Namun baru dua dekade kemudian, dengan peluncuran Bitcoin pada Januari 2009, blockchain memiliki aplikasi dunia nyata pertamanya.

Protokol Bitcoin dibangun di atas jaringan blockchain. Dalam sebuah makalah penelitian yang memperkenalkan mata uang digital, pencipta Bitcoin, dengan nama samarannya yaitu Satoshi Nakamoto menyebutnya sebagai "sistem uang elektronik baru yang sepenuhnya peer-to-peer, tanpa memerlukan campur tangan pihak ketiga.

Begini cara kerjanya:

Anda mendapatkan perhatian orang-orang, di seluruh dunia, yang memiliki Bitcoin. Menurut sebuah studi pada tahun 2017 oleh Pusat Keuangan Alternatif Cambridge, jumlahnya mungkin mencapai 5,9 juta. Katakanlah salah satu dari 5,9 juta orang itu ingin membelanjakan Bitcoin mereka untuk kebutuhan sehari-hari. Disinilah blockchain masuk.

Ketika semua tertuju pada uang fiat, penggunaannya diatur dan diverifikasi oleh otoritas pusat, biasanya bank atau pemerintah-tetapi Bitcoin tidak dikendalikan oleh siapa pun. Sebaliknya, transaksi yang dilakukan dalam Bitcoin diverifikasi oleh jaringan komputer.

Ketika seseorang melakukan transaksi satu sama lain untuk barang dengan menggunakan Bitcoin, komputer yang terhubung dengan jaringan Bitcoin berlomba untuk memverifikasi transaksi. Untuk melakukannya, pengguna menjalankan program di komputer mereka dan mencoba memecahkan masalah matematika yang rumit, yang disebut "hash." Ketika komputer memecahkan masalah dengan "hashing" blok, kerja algoritmiknya juga akan memverifikasi transaksi blok. Keberhasilan suatu transaksi tersebut kemudian dicatat secara publik dan disimpan sebagai blok pada blockchain yang tidak dapat diubah. Dalam kasus Bitcoin ini, dan sebagian besar blockchain lainnya, komputer yang berhasil memverifikasi blok diberi imbalan cryptocurrency atas pekerjaan mereka. (Mengenai detail penjelasannya dapat dilihat: Terkait Apa itu Penambangan Bitcoin?)

Meskipun transaksi dicatat secara publik di blockchain, data pengguna sepenuhnya tidak tercatat. Untuk melakukan transaksi pada jaringan Bitcoin, pengguna harus mempunyai wallet/ "dompet." Setiap dompet terdiri dari dua kunci kriptografi yang unik dan berbeda: kunci publik (public key) dan kunci pribadi (private key). Kunci publik dibutuhkan pada saat melakukan transaksi baik deposit maupun withdraw. Juga sebagai kunci yang muncul di buku besar blockchain sebagai tanda tangan digital pengguna.

Meskipun pengguna menerima sebuah pembayaran Bitcoin dalam kunci publiknya, pengirim tidak akan dapat menariknya kembali. Kunci publik pengguna adalah versi singkat dari kunci pribadi mereka, dibuat melalui algoritma matematika yang rumit. Namun, karena sifatnya yang sangat komplek, hampir tidak mungkin untuk membalikkan proses dan menghasilkan kunci privat dari kunci publik. Karena alasan ini, teknologi blockchain dianggap rahasia.

Dasar dari Kunci Publik dan Kunci Privat

Inilah "Penjelasan dalam versi lain": Anda dapat menganggap kunci publik adalah sebagai loker sekolah dan kunci privat sebagai kunci pembukanya. Guru, siswa, dan bahkan orang yang anda sukai dapat memasukkan surat dan catatan melalui lubang di loker anda. Namun, satu-satunya orang yang dapat mengambil isi dari loker adalah orang yang memiliki kode kuncinya. Namun perlu dicatat bahwa meskipun kombinasi loker sekolah disimpan di kantor kepala sekolah, tidak ada database pusat yang melacak kunci pribadi jaringan blockchain. Jika pengguna salah meletakkan kunci pribadi mereka, mereka akan kehilangan akses ke dompet Bitcoin mereka.

Dalam jaringan Bitcoin, blockchain tidak hanya dibagikan dan dikelola oleh jaringan publik pengguna — tetapi juga disetujui. Ketika pengguna bergabung dengan jaringan, komputer mereka yang terhubung menerima salinan blockchain yang diperbarui setiap kali blok transaksi baru ditambahkan. Tetapi bagaimana jika, melalui kelalaian pribadi atau upaya seorang peretas, salinan satu pengguna blockchain dimanipulasi untuk berbeda dari setiap salinan lain dari blockchain?

Protokol blockchain mencegah keberadaan beberapa blockchain melalui proses yang disebut “konsensus.” Dengan adanya beberapa salinan blockchain yang berbeda, protokol konsensus akan mengadopsi rantai terpanjang yang tersedia. Lebih banyak pengguna di blockchain berarti bahwa blok dapat ditambahkan ke akhir rantai lebih cepat. Dengan logika itu, catatan blockchain akan menjadi salah satu yang paling dipercaya oleh pengguna. Protokol konsensus adalah salah satu kekuatan terbesar teknologi blockchain tetapi mungkin juga menjadi salah satu kelemahannya.

Secara teori, memungkinkan bagi peretas untuk mengambil keuntungan dari aturan mayoritas dalam apa yang disebut sebagai serangan 51%. Begini caranya. Katakanlah ada 5 juta komputer di jaringan Bitcoin, pasti ada yang mempunyai celah dengan jumlah yang cukup mudah untuk dibagi. Untuk mencapai mayoritas jaringan, seorang hacker perlu mengendalikan setidaknya 2,5 juta dan salah satu komputer itu. Dengan demikian, penyerang atau sekelompok penyerang dapat mengganggu proses pencatatan transaksi baru. Mereka dapat mengirim transaksi - dan kemudian membalikkannya, membuatnya tampak seolah-olah mereka masih memiliki koin yang baru saja mereka habiskan. Kerentanan ini, dikenal sebagai pembelanjaan ganda, seperti sebuah tiruan yang sempurna, hal ini memungkinkan pengguna untuk menghabiskan Bitcoin mereka dua kali.

Serangan seperti itu sangat sulit dilakukan untuk blockchain skala Bitcoin, karena akan membutuhkan tenaga yang besar untuk mendapatkan kendali jutaan komputer. Ketika Bitcoin pertama kali didirikan pada tahun 2009 dan penggunanya berjumlah puluhan, akan lebih mudah bagi penyerang untuk mengontrol sebagian besar daya komputasi dalam jaringan. Karakteristik yang menentukan dari blockchain ini telah ditandai sebagai satu kelemahan untuk cryptocurrency. Ketakutan pengguna terhadap serangan 51% sebenarnya dapat membatasi pembentukan monopoli di blockchain, karenanya sifat Bitcoin yang terdesentralisasi.

Bitcoin - Emas Digital Cryptocurrency

Apa itu Bitcoin?

Bitcoin adalah mata uang digital yang dibuat pada Januari 2009. Ini mengikuti gagasan yang ditetapkan dalam whitepaper/ buku putih oleh Satoshi Nakamoto yang misterius, yang identitas aslinya belum diketahuii. Bitcoin menawarkan biaya transaksi yang lebih rendah daripada mekanisme pembayaran online tradisional dan dioperasikan oleh otoritas yang terdesentralisasi, tidak seperti mata uang yang dikeluarkan pemerintah.

Bitcoin tidak dapat dilihat secara fisik, hanya saldo yang disimpan di buku besar publik di cloud, yang - bersama dengan semua transaksi Bitcoin - diverifikasi oleh sejumlah besar daya komputasi. Bitcoin tidak diterbitkan atau didukung oleh bank atau pemerintah mana pun, juga bitcoin individual tidak berharga sebagai komoditas. Meskipun tidak sah secara hukum, Bitcoin memiliki popularitas tinggi, dan telah memicu peluncuran mata uang virtual lainnya yang secara kolektif disebut Altcoin.

Cara Kerja Bitcoin

Bitcoin adalah mata uang digital pertama yang berhasil menggunakan teknologi peer-to-peer untuk memfasilitasi pembayaran instan dengan menggunakan blockchain. Individu dan perusahaan independen yang memiliki kekuatan komputasi yang mengatur dan berpartisipasi dalam jaringan Bitcoin, juga dikenal sebagai "penambang," dimotivasi oleh hadiah (pelepasan bitcoin baru) dan biaya transaksi dibayar dalam bitcoin. Penambang ini dapat dianggap sebagai otoritas terdesentralisasi yang menegakkan kredibilitas jaringan Bitcoin. Bitcoin baru dirilis ke penambang dengan laju tetap, tetapi menurun secara berkala, sehingga total pasokan bitcoin mendekati 21 juta. Satu bitcoin dapat dibagi menjadi delapan desimal (100 juta bitcoin), dan unit terkecil ini disebut sebagai Satoshi. Jika perlu, dan jika para penambang yang berpartisipasi menerima perubahan, Bitcoin akhirnya dapat dibagi menjadi tempat yang lebih desimal.

Bitcoin mining is the process through which bitcoins are released to come into circulation. Basically, it involves solving a computationally difficult puzzle to discover a new block, which is added to the blockchain and receiving a reward in the form of a few bitcoins. The block reward was 50 new bitcoins in 2009; it decreases every four years. As more and more bitcoins are created, the difficulty of the mining process – that is, the amount of computing power involved – increases. The mining difficulty began at 1.0 with Bitcoin’s debut back in 2009; at the end of the year, it was only 1.18. As of February 2019, the mining difficulty is over 6.06 billion. Once, an ordinary desktop computer sufficed for the mining process; now, to combat the difficulty level, miners must use faster hardware like Application-Specific Integrated Circuits (ASIC).

 Siapa yang Menciptakan Bitcoin?

Jawaban sederhananya adalah tidak ada yang tahu. Satoshi Nakamoto adalah nama yang terkait dengan orang atau sekelompok orang yang merilis kertas putih Bitcoin asli pada tahun 2008 dan bekerja pada perangkat lunak Bitcoin asli yang dirilis pada tahun 2009, setahun setelah ekonomi AS mengalami resesi karena pasar perumahan krisis. Dia menyematkan serangkaian teks ke blok nomor 0 dari blok bitcoin pertama yang ditambang: "The Times 03 / Jan / 2009 Chancellor on brink of second bailout for banks.”

Bitcoin vs Mata Uang Fiat

Mata Uang Fiat, yang merupakan mata uang yang tidak didukung oleh apa pun kecuali dukungan pemerintah (Dolar AS, Euro, dll). Hal ini memungkinkan pemerintah untuk mencetak sebanyak mata uang sesuka mereka menggunakan model inflasi, yang pada gilirannya mendevaluasi mata uang yang sudah beredar. Ambil tagihan dolar AS misalnya. Setiap tahun, dolar bernilai lebih rendah dan lebih sedikit, yang berarti Anda memiliki daya beli lebih sedikit daripada tahun sebelumnya, itulah sebabnya harga untuk berbagai hal cenderung meningkat seiring waktu, seperti pasar perumahan atau makanan secara umum. Ini tidak berkelanjutan; Telah ditunjukkan sepanjang sejarah bahwa mata uang Fiat selalu gagal, karena jika Anda terus mencetak uang, pada akhirnya, mata uang itu menjadi tidak berharga. Di sinilah Bitcoin bersinar. Ini didasarkan pada model deflasi, yang berarti setiap tahun semakin sedikit dibuat, sampai tidak ada lagi yang dibuat. Ini meningkatkan daya beli yang Anda miliki dari waktu ke waktu dan memberi Anda kendali langsung atas uang Anda, daripada industri perbankan dan pemerintah. 

Menerima Bitcoin Sebagai Alat Pembayaran

Bitcoin dapat diterima sebagai alat pembayaran untuk produk yang dijual atau jasa layanan yang diberikan. Jika Anda memiliki toko batu bata dan mortir, cukup tampilkan tanda atau barcode bertuliskan "Bitcoin Accepted Here", sehingga banyak pelanggang akan datang; transaksi dapat ditangani dengan terminal perangkat keras yang diperlukan atau alamat dompet melalui kode QR dan aplikasi layar sentuh. Bisnis online dapat dengan mudah menerima bitcoin dengan hanya menambahkan opsi pembayaran satu sama lain sesuai yang ditawarkannya, seperti kartu kredit, PayPal, dll. Pembayaran online akan memerlukan alat yang menyediakan Bitcoin (Bursa atau market seperti Coinbase, CryptoCurrencyCheckout atau berbagai macam situs lainnya). 

Privasi dan Bitcoin

Bitcoin is a great store of value, but it’s privacy features leaves a lot to be desired. Although your public address for your Bitcoin wallet may seem like random numbers and letters in a list of millions of other Bitcoin wallets, it is far from anonymous and private. Think of it like a bank account without a name attached. All of your transactions are recorded; amounts, dates, times, etc. Thus, your entire history is easily shown for the world to see. It has been proven that in most cases, government agencies can easily find out what wallet belongs to which person by a variety of methods they use. Bitcoin is no longer like dealing in cash, which is untraceable when given from person to person in a private setting. This is where anonymous currencies like Pirate Chain come in.

Pirate Chain - Koin Privasi Terbaik

What is Pirate Chain

Pirate Chain is a digital privacy currency created in August 29, 2018. Tujuannya sederhana: untuk membuat mata uang digital yang benar-benar anonim dan aman, tidak dapat dilacak dan menjaga identitas pengguna secara anonim saat melakukan transaksi. Para pengembang mata uang digital lain juga bergabung untuk membuat Pirate Chain dan ingin menunjukkan kepada dunia bahwa itu tidak hanya mungkin, tetapi juga diperlukan. Telah dibuktikan oleh agen pemerintah dan analis jaringan Bitcoin, bahwa Pirate lebih baik dibanding mata uang digital lain dari segi "privasi", yang tentunya masih dapat dilacak dan data dapat diambil untuk mengetahui siapa yang menggunakan mata uang tersebut, berapa banyak yang mereka habiskan dan dengan siapa mereka bertransaksi. Disisi lain, Pirate Chain tidak memiliki masalah dengan hal itu, karena menggunakan enkripsi kelas militer dan sistem dPoW (delayed Proof of Work) bukti kerja yang tertunda untuk menjadikannya sebagai cryptocurrency yang paling aman dan anonim di dunia!

Sistem Kerja Pirate Chain

Pirate Chain tertulis dalam sebuah kode yang luas (pun intended) dari cryptocurrency pertama, dengan cara yang aman untuk mencegah serangan pada rantai dan menjaga data transaksi pengguna tetap pribadi. Pirate Chain tidak membocorkan metadata transaksi apa pun, yang memungkinkan setiap transaksi yang terjadi untuk tetap pribadi. Bukti ini diberikan pada block explorer (tempat di mana anda dapat melihat transaksi yang terjadi. Semua cryptocurrency memilikinya). Ketika anda melihat blok explorer, anda akan melihat bahwa transaksi sedang terjadi, tetapi alamat transaksi pengirim tidak ditampilkan, begitupun sebaliknya, dan jumlah yang ditransaksikan tidak ditampilkan, hanya biaya transaksi. Ini adalah salah satu dari banyak bukti yang menunjukkan kepada pengguna bahwa data mereka aman dan pribadi.

Penambangan Pirate Chain mempunyai cara kerja yang mirip dengan cara kerja penambangan Bitcoin (yang dibicarakan di Bagian II dari seri ini). Perbedaan utama di antara mereka adalah bahwa penambangan Pirate Chain bersifat pribadi, tidak memungkinkan siapa pun untuk melihat berapa banyak yang ditambang per alamat di blok explorer. Ini memungkinkan pengguna merasa yakin bahwa apakah mereka bertransaksi dengan orang lain, menambang atau membeli barang, tidak ada data yang dikompromikan. Tidak ada yang bisa melihat berapa banyak yang anda miliki di dompet anda atau melacak apapun dari anda. Sederhananya, itu bekerja persis bagaimana privasi seharusnya berfungsi, apa yang menjadi milik anda dan tidak terlihat oleh siapa pun selain anda.

Siapa yang menciptakan Pirate Chain?

Pirate Chain telah dibuat dan terus dikembangkan oleh banyak orang, termasuk pengembang utama Platform Komodo, kontributor Bitcoin, pengembang ZCash, dan banyak lagi lainnya. Semua yang telah berkontribusi pada Pirate Chain di waktu mereka sendiri tanpa insentif keuangan selain demi membangun mata uang digital yang paling pribadi dan aman di dunia. Mereka percaya bahwa privasi finansial adalah hak asasi manusia yang tidak boleh dilanggar. Bahkan, pesan ini sangat kuat dan beresonansi di antara begitu banyak orang, Pirate Chain memiliki berbagai pengembang dari berbagai latar belakang (pengembang web, pengembang aplikasi, penulis, pemilik toko, streamer, dll) untuk membantu adopsi dan membawanya ke arus utama.

Mengapa Saya Membutuhkan Privasi Finansial?

Privasi finansial terus-menerus hilang selama bertahun-tahun, ke titik di mana seseorang selalu tahu berapa banyak uang yang anda miliki, apa yang anda belanjakan, di mana anda berbelanja dan lebih banyak lagi hal itu membuat anda bergidik hanya memikirkannya. Bahkan jika anda mencoba untuk bertransaksi hanya dalam bentuk tunai, anda memerlukan rekening bank untuk menyimpannya (kecuali jika Anda merasa aman membawa semua uang fiat anda, yang kemungkinan besar tidak terjadi). Hak Anda untuk privasi dengan lembaga-lembaga ini sepenuhnya hilang dan data anda dijual kepada penawar tertinggi. 

Pirate Chain vs Bitcoin

Bitcoin, while used as a store of value, underperforms Pirate Chain in many aspects. First, Bitcoin uses a public ledger. This allows everyone to see who you transact with, how much you sent/received and when the transaction happened. Pirate Chain removes this information and doesn’t allow anyone to see it. Bitcoin is slow and can take hours to confirm, while Pirate takes a very small fraction of that time. Bitcoin has a large barrier of entry if you try to mine it; Pirate has a low bar of entry and you can even earn some if you tweet about them, help develop the ecosystem and take part in the community!

Bisakah saya menggunakan Pirate Chain untuk membeli sesuatu?

Tentu saja! Ada banyak toko yang sudah menerima Pirate Chain sebagai bentuk pembayaran, mulai dari Seni, Layanan dan Kartu Hadiah, hingga Pakaian, Perangkat Lunak, dan lainnya setiap hari! Berbagai streamer, YouTube, dan pengguna media sosial / penyedia konten menerima Pirate Chain sebagai tips, donasi, dan pembayaran! Pirate Chain telah meletakkan landasan besar untuk keberhasilan dan adopsi, dan seiring berjalannya waktu dan orang-orang mulai menyadari bahwa privasi finansial mereka sendiri lebih penting daripada yang mereka pikirkan, semakin banyak toko / layanan dan orang-orang mengadopsi Pirate Chain!

id_IDBahasa Indonesia
en_USEnglish zh_CN简体中文 de_DEDeutsch fr_FRFrançais arالعربية it_ITItaliano ru_RUРусский sl_SISlovenščina ro_RORomână hrHrvatski caCatalà nb_NONorsk bokmål elΕλληνικά pt_BRPortuguês do Brasil pl_PLPolski cs_CZČeština sr_RSСрпски језик es_ESEspañol ja日本語 id_IDBahasa Indonesia